Nak cari duit lebih dari rumah?

Followers

Popular Posts

February 4, 2010

Jalan Dakwah

 
Kita menyadari bahwa amal jama'i yang sistematik, terancang, yang telah diperkuat oleh syura dan beriltizam dengan syariat Islam itulah yang wajib, paling selamat, paling sempurna dari amal perseorangan.

Kita telah mengetahui marhalah dan peringkat yang sedang dilalui oleh dakwah Islam dan jenis usaha dan amal yang sungguh-sungguh yang dikehendaki oleh tahap dan peringkat ini. Yaitu, menyediakan generasi Islam yang beriman, yang menegakkan syakhsiah Islam untuk mengubah realitas yang batil dan menegakkan kembali syariat Islam, syariat Allah. Tuntutan yang asas pada hari ini ialah menyediakan dasar (pijakan) mukmin yang kokoh yang di atasnya dibina bangunan Islam yang agung.

Generasi Islam yang merupakan dasar yang kukuh itu dapat dilahirkan di alam nyata dengan memperbaiki diri lalu membangun rumahtangga Islam. Kemudian, mereka menyeru manusia supaya memperbanyak individu dan rumahtangga muslim dengan cinta-mencintai berasaskan kepada konsep persaudaraan karena Allah. Mereka ini kemudiannya bercantum dan diikat menjadi satu generasi Islam yang baru muncul yang menjadi teras dan dasar yang kukuh dan beriman yang sangat diperlukan untuk membina bangunan Islam ini.

Tetapi di sana ada beberapa banyak penyeleweng dakwah yang berusaha memalingkan para pendukung dakwah karena Allah dari usaha yang sungguh-sungguh ini. Ataupun memalingkan mereka dari jalan dakwah Islam supaya usaha dan tenaga hanya ditumpukan kepada urusan sampingan atau perkara cabang sama ada dengan niat baik atau sebaliknya. Tanpa disedari, ini boleh menghancurkan segala usaha-usahanya dan tidak menolongnya langsung. Pengarahan yang bersimpang-siur dan tidak bersatu akan menyusahkan kita untuk membuat kerja-kerja Islam atau boleh jadi terhenti langsung.

Angkatan muda Islam yang berkobar-kobar semangatnya boleh jadi mudah tertarik kepada tindakan yang demikian sekiranya mereka tidak berwaspada, tidak teliti dan tidak menjauhkan diri daripadanya. 

 1 Urusan Kulliah dan Juz'iah
Di sana ada urusan kulliah (urusan pokok) dan urusan juz'iah (urusan cabang). Urusan kulliah ialah urusan Islam, mengembalikan semula muslim kepada Islam yang sahih, menegakkan syariat Allah, undang-undang Islam, membentangkan daulah Islam, kekuasaan Allah dan kekuasaan agama Allah di bumi. Di sana ada juga urusan juz'iah atau urusan cabang di dunia Islam yang perlu dirawat dan dibereskan.

Perkara yang sengaja ditimbulkan dan ditonjolkan oleh musuh-musuh luar atau musuh-musuh dalam. Apabila kita memberikan sepenuh perhatian kepada urusan juz'iah semata-mata dengan segala usaha dan tenaga yang ada pada kita sekarang maka kita tidak akan mampu menyelesaikannya. Tindakan sedemikian memalingkan kita dari usaha asasi yang sangat diperlukan oleh peringkat ini, yaitu mempersiapkan dasar yang kukuh dari generasi yang beriman dan yang bersatu padu.

Jadi, masalah ini menuntut supaya kita memberikan sebagian usaha waktu kita kepada jurusan juz'iah itu, di samping itu kita mesti berusaha bersungguh-sungguh dan terus membuat persiapan untuk urusan pokok dan asasi. Kerana apabila urusan pokok ini dapat kita realisasikan maka segala urusan juz'iah dapat kita bereskan dengan mudah. Insya Allah.

Perkara penting dan perlu diperhatikan bersama, bahwa para pendukung dakwah, para duat kepada Allah yang sedang berada di dalam peringkat dakwah dan persiapan untuk mendirikan daulah Islam tidak boleh mengambil alih semua tanggungjawab, padahal tanggungjawab yang demikian hanya tanggungjawab khusus kepada negara dan daulah Islam apabila ia tegak nanti. InsyaAllah.

Kita perlu senantiasa ingat dan sedar bahwa amal jama'i yang sistematik, terancang, yang telah diperkuat oleh syura dan beriltizam dengan syariat Islam itulah yang wajib, paling selamat, paling sempurna dari amal perseorangan yang tidak terkawal serta dicetuskan oleh semangat yang berkobar-kobar tanpa melihat akibatnya. Oleh itu kita dapat menjamin bahwa di sana tidak ada perkara yang boleh mengelirukan usaha para petugas dan para pekerja di bidang dakwah dengan berbagai urusan juz'iah tanpa panduan dan perancangan yang sistematik.



2 Perbedaan Pendapat di Sekitar Masalah Cabang
 
Sebagian dari perkara yang memalingkan urusan dakwah Islam ialah membesar-besarkan perbedaan pendapat tentang perkara furu' (cabang), lalu banyak tenaga, usaha dan waktu serta semangat tertumpu kepadanya. Di tengah-tengah kesibukan demikian, syaitan pun masuk campur untuk memecah-belah hati-hati yang telah bersatu padu dan menghalang semangat bekerjasama dan tolong menolong dalam mengurus kepentingan dakwah di jalan Allah dengan segala tuntutannya. Akhirnya bidang dakwah menjadi gelanggang perdebatan dan perseteruan yang pelik mulai dalam lembaran buku-buku hingga pada liqa atau pertemuan.

Perbuatan demikian memalingkan para pendukung dakwah yang menyeru manusia kepada Allah dari peranan yang penting yang dipertanggungjawab kepada mereka terhadap diri mereka dan terhadap manusia. Apabila datang kepada mereka seorang yang hendak mengetahui selok-belok agamanya, dia akan merasa susah hati melihat pertentangan dan perselisihan pendapat ini lalu dia lari menjauhkan diri dari para pendukung dakwah. Ini adalah merupakan satu kerugian besar yang mesti dielakkan.

Alangkah baiknya jika kita berpegang kepada kaedah yang selamat di dalam menyatukan amal usaha dan tolong menolong dengan bekerjasama dan tolong menolong di dalam perkara yang disepakati. Sebagian dari kita memberi kemaafan (excuse) terhadap sebagian yang lain di dalam perkara yang kita selisihkan terutama perselisihan tentang masalah furu' atau perkara cabang.
Ada lagi satu kaedah lain yang mengatakan bahwa setiap masalah yang tidak dapat menghasilkan sebarang tindakan dan usaha, maka mengharungi masalah yang demikian adalah satu tindakan yang dilarang oleh syariat Islam.
Alangkah besar bahayanya orang yang baru belajar tetapi telah menganggap dirinya setaraf dengan imam-imam mujtahid lalu dia berijtihad. Apabila dia telah mengetahui satu nas di dalam satu perkara, dia mengeluarkan fatwa dan hukum lalu berpegang kuat dengan fatwanya dan tidak mau lagi menerima pandangan yang bertentangan dengan fatwanya.

Lebih dari itu, dia menyeru manusia supaya mendukung fatwanya dan menghimpun golongan yang tidak berilmu tadi dengan fatwanya, padahal mereka sendiri tidak mempunyai ilmu untuk mengukur sejauh mana benar atau tidak apa yang dikatakan kepada mereka dan mereka turut menyeru manusia kepada fatwa tersebut.
Orang yang demikian adalah orang yang telah terpedaya. Dia menyangka bahwa dengan membaca satu atau dua buku, dia telah mengetahui semua perkara dan menganggap dirinya telah layak berijtihad dan dapat merumuskan satu hukum dari nas yang dibacanya dan merasa mampu berbahas dan berhujah dengan ahli zikr hingga berani mengkritik dan menyalahkan mereka. Padahal siapa yang menganggap dirinya pandai, dia telah menjadi bodoh.
Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang mengenal kadar kemampuan dan taraf dirinya. Kita dengan pengalaman (tajribah) yang telah kita lalui tidak merasa kasihan kepada dakwah Islam dan harakah Islam lantaran adanya sikap yang demikian. Karena Allahlah yang memelihara dakwahnya dan harakah Islam dan menjaganya tetapi kita kasihan kepada mereka yang maghrur (yang terpedaya), karena mereka salah jalan dan tidak mendapat sebarang kebaikan.

Kita mempunyai pengalaman yang telah diajar oleh harakah Islam yang sejati bahwa siapa yang ada kebaikan padanya, Allah menggabungkan dia kepada kita dan siapa yang tidak mempunyai sifat demikian, Allah menjauhkan dia dari kita dan Allah menyelamatkan kita daripadanya.

 to be continued....

Dari Buku: Thariqud Dakwah atau Jalan Dakwah
Penulis: Syaikh Mustafa Masyhur