Jadilah Generasi Awal Dakwah




نحن دعاة قبل كل شئ

Nahnu du’aat qabla  kulli syay-in
"kami para pendakwah, sebelum, segala sesuatu”

inilah cogan kata yang mesti disemat dalam jiwa semua ikhwah dan akhwat dalam memahami bahawa kita adalah pendakwah. walau sesibuk manapun kita, tetap konsisten menyambut panggilan dakwah. Ruhul istijabah (semangat menyambut penggilan ) sentiasa membuatkan kita dalam bersedia. Kita sedia maklum, semua ikhwah/akhwat datang daripada berbagai latarbelakang pekerjaan, antaranya ialah:

a.pelajar IPT/IPTS
b.pekerja kerajaan/swasta
c.usahawan
d.cikgu/pensyarah dll.

Persoalan utama akan bermain dalam fikiran kita ialah masa agak terhad sekiranya kita bekerja dalam sektor swasta dan kerajaan ataupun sebagai pelajar IPT.  Hanya ada waktu malam dan hujung minggu. Maka sebab itulah kita harus sentiasa bersedia mengorbankan harta dan jiwa untuk dakwah? Ada ramai dai mengeluh, "akhi, ana ni kerja kerajaan, masa ana terhad, jadi hujung minggu sahaja ana boleh buat dakwah". benarkah kita sibuk. sebenarnya kesempatan masa itu harus diciptakan. Bukankah menjadi seorang dai itu satu kemuliaan buat kita. bukankah dakwah adalah tiket untuk  kita masuk syurga bersama para orang-orang terdahulu.

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu
yang memberi kehidupan kepada kamu[605], ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya [606] dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (8:24)

[605]. Maksudnya: menyeru kamu berperang untuk meninggikan kalimat Allah yang dapat membinasakan musuh serta  menghidupkan Islam dan muslimin. Juga berarti menyeru kamu kepada iman, petunjuk jihad dan segala yang ada hubungannya  dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
[606]. Maksudnya: Allah-lah yang menguasai hati manusia.


Apabila kita berada dalam jemaah dakwah apa pun, kita akan sentiasa menerima tugasan dan pengarahan dakwah.  Maka perlunya ada kesediaan pada jundi untuk terus membantu para qiyadah dalam melaksanakan gerak kerja dakwah. dalam fasa-fasa awal pembinaan dakwah ini, setiap dai harus berebut untuk menyumbang kepada dakwah kerana nilaian  Allah terhadap generasi awal adalah sangat tinggi berbanding mereka yang  datang kemudian. Dakwah di fasa-fasa awal  tidaklah sama cabarannya apabila dakwah sudah kuat. Begitu juga pahala   yang Allah beri adalah darjat yang lebih mulia  di sisi-Nya ini terbukti apabila kita kembali kepada sirah Nabi,  Allah menyebut dalam Al-Quran tentang keutamaan generasi  awal islam: Bahkan keutamaan dan kemulian para sahabat telah disebutkan dalam kitab-kitab umat terdahulu.

"Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda- tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat  mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu  menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Fath,48: 29)


Setelah tamat perang Tabuk (perang terakhir yang diikuti oleh Rasulullah SAW), turunlah ayat berikut ini:

Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam  masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, (QS. At-Taubah,9: 117)

 Lebih khusus lagi, Allah memuji para sahabat yang ikut dalam Baiat Ridhwan:

"Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon,  maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan  kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al-Fath,48: 18)

 Juga para Asabiqunal Awwalun (yang paling awal Islamnya) dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

 "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan  orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya  selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah,9: 100)

 Kendatipun kita diperintahkan untuk mengikuti para sahabat, akan tetapi tingkat kemuliaan mereka tidaklah sama, melainkan berbeda antara sahabat dengan sahabat lainnya. Tidaklah sama antara para sahabat yang dijamin oleh Rasulullah SAW  akan masuk surga dengan yang tidak. Tidak sama pula antara mereka yang selalu ikut berjihad bersama Rasulullah SAW,  menjadi utusan beliau untuk berdakwah ke negeri-negeri lain, dengan yang tidak. Namun mereka semua masuk ke dalam golongan Ashabul Yamin (golongan kanan) yang disebutkan dalam Al-Quran:

"Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil  dari orang-orang yang kemudian."  (QS. Al-Waqi’ah,56: 10-14)

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian  dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha  Penyayang." [59:10]

Dalam fasa-fasa dakwah belum kuat sekarang. Inilah peluang keemasan buat kita  merebut peluang menjadi generasi pemula yang akan mendapat saham pahala apabila dakwah sudah besar nanti. Tidak mahukah kita?

“Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui usahamu, itu adalah lebih baik bagimu dari dunia dan seisinya”  (Maksud hadis Nabi saw)

"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir,  dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah  orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain;
dan mereka tidak akan seperti kamu ini." (47:38) 

Adakah sikap melarikan diri dari dakwah akan membawa manfaat kepada ummat ataupun diri kita?  
sekian. 


p/s: penulis memohon maaf sekiranya tulisan ini ada mengganggu sensitiviti sesiapa yang membaca. semua artikel yang ditulis adalah bermaksud sebagai perkongsian sahaja. sebarang komen,nasihat dan masukan amatlah dialu-alukan ke alamat : mambi86@gmail.com
oleh : mambi86

Comments

Popular Posts