Nak cari duit lebih dari rumah?

Followers

Popular Posts

March 8, 2010

Ada Apa dengan Ikhlas?

keikhlasan...



keikhlasan...



Assalamualaikum,

Kehadapan ikhwah dan akhwat sekalian. Alhamdulillah sekali lagi ana berkesempatan menulis kembali setelah melalui perjalanan yang agak memenatkan. Minggu lepas dari Sarawak turun ke semenanjung. Ana dan seorang ikhwah turun ke Johor Bahru kemudian ke Negeri Sembilan kemudian ke Kajang dan kembali ke kota samarahan pada isnin paginya. Sebenarnya tiada istilah penat melainkan lafaz syukur kegembiraan apabila dapat bertemu dengan ikhwah dan akhwat di sana. Duit beratus habis bukanlah persoalannya. Walaupun kadang-kadang terasa perit jugak dalam jiwa. Namun itulah ungkapan yang Allah swt firmankan dalam Al-Quran. Jihad ni kena infaqkan harta dan jiwa. Kalau tidak malulah kita nanti . Para sahabat dahulu telah menunjukkan contoh bagaimana menginfaqkan harta dan jiwa . lagi-lagi kalau duk kat Sarawak yang ku cintai ini. Mudah-mudahan barakah segala duit yang tidak seberapa kita belanjakan. Duit RM1 boleh jadi sebesar gunung uhud nilainya di sisi Allah kalau kita ikhlas dan yang menakutkan duit RM10 juta pun sebenarnya boleh menjadi debu-debu yang tiada nilai andai kita tidak ikhlas dalam membelanjakannya di jalan Allah. 
Jadi artikel kali ini InsyaAllah kita akan berkongsi tentang tajuk amat penting dalam islam. Itulah keikhlasan.

Firman Allah swt.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (98:5)

Segala kebaikan terjadi bermula dari hati yg bersih dan ikhlas.Hati buruk dan rosak = amal buruk,keji dan jahat. hati tidak ikhlas menghasilkan berbagai penyakit hati:
o   Kekeringan ruhani
o   Kegersangan ukhwah
o   Kekerasan hati
o   Hasad
o   Perselisihan dan perbedaan pendapat yg tajam dan membawa kpd permusuhan.

 “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (22:46)



Hati kita ni bila dah mati, maka dia takkan kenal lagi istilah kebenaran mahupun keadilan. Segala keburukan akan menjadi kebaikan baginya. Sebab itu manhaj perubahan yang dibawa Imam syahid hasan Al-Bana dan gerakan dakwah lain di dunia ini ialah untuk menyucikan hati umat ini dengan Ayat-ayat Allah swt sebagaimana yang telah disunnahkan oleh Nabi Muhammad saw . 

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (62:2)



Hati yang mati ni, dia perlukan cahaya Allah untuk dihidupkan. Kalau tidak dapat cahaya Allah swt. Sampai bila pun dia akan mati. Hidup menjadi manusia yang membawa kerosakan dan kejahatan. Mudah-mudahan kita terhindar. Amin!

 Hadith  

“ingatlah bahawa dalam tubuh ada segumpal daging . jika ia baik,baik pula seluruh tubuh. Jika ia buruk,buruk pula seluruh tubuh. Ingatlah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muttafaqun’ alaihi)

Mengubat hati mesti diutamakan daripada  pengubatan fizikal sebab ia pangkal segala kebaikan dan keburukan. Masalahnya sesetengah orang sekarang sibuk beli produk kesihatan (kecantikan, ubat kuat dll) tapi kurang atau kedekut gunakan duit pergi beli buku2 agama, kursus agama, pergi haji, sedekah, infaq, dan sebagainya.   

Ditambah lagi kalau kita pergi ke Bandar-bandar besar macam KL, shah alam, JB, dll betapa banyaknya papan-papan iklan mempromosikan barangan kecantikan, pakaian, kenderaan ditambah pulak mengeksploitasi wanita sebagai model bagi menarik perhatian kita. Aduh.maka bertambahlah titik-titik hitam di hati kita bila melihat papan iklan tersebut. 

Alangkah bagus kalau letak la satu dua papan iklan ayat Quran, hadits ke. Baru la kita ni ingat sikit akhirat. Nak buat macam mana, kita cakap kat sini tak guna. Yang penting kita buat kerja dakwah. Nanti suatu masa nanti impian kita akan jadi nyata. Percayalah.


Makanya wahai ikhwah dan akhwat sekalian,
ubat penyakit hati paling mujarab adalah Ikhlas  dengan berusaha memahami hakikat ketuhanan  yang benar  dan mengimaninya. Demikianlah makna surah al-ikhlas.


KEDUDUKAN IKHLAS

Ikhlas adalah buah dan intisari keimanan. Jika tidak ikhlas, belum dianggap beragama dengan benar. Dengan ikhlas, umpama sebuah pokok, ia akan menghasilkan buah yang cantik dan manis rasanya. Kalau tidak ikhlas, mungkin dari luar Nampak cantik buahnya. Tapi rasanya belum tentu manis. Hanya Allah sahaja yang tahu.

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (6:162).

Hadith : Rasulullah s.a.w  bersabda, “ikhlaslah dalam beragama. Cukup bagimu amal yang sedikit.” Dalam hadits lain, “sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali dilakukan dgn ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (67:2)

Berkata fudha’il bin iyadh tentang firman Allah swt (67:2) amal yang diterima ada 2 syarat:
1.      Buat kerana Allah SWT
2.      Mengikut sunnah

Ini kerana berdasarkan firman Allah dalam ayat ini:

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."(18:110)

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah r.a.:

“Aku mendengar Rasulullah bersabda, yang artinya; ‘Sesungguhnya orang yang pertama kali disidang pada hari Kiamat adalah orang-orang yang mati syahid. Dia akan dihadapkan pada nikmat-nikmatnya dan dia mengenalnya. (Allah) berkata, ‘Apa yang engkau lakukan dengan itu semua?’ ‘Aku telah berperang demi Engkau, hingga aku mati syahid. (Allah) berkata, ‘Engkau bohong! Engkau berperang agar disebut sebagai seorang pemberani.’ Kemudian orang itu diseret ke dalam api neraka. Kemudian orang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran. Dia dihadapkan kepada nikmat-nikmatnya dan dia mengenalnya. (Allah) berkata, ‘Apa yang engkau lakukan dengan semua ini?’ ‘Aku telah belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran demi Engkau’ jawabnya. (Allah) berkata, ‘Engkau bohong! Engkau belajar agar dikatakan sebagai seorang yang pintar dan engkau membaca Al Quran supaya dikatakan sebagai seorang qari’ (pembaca Al Quran). Kemudian orang itu diseret ke api neraka. Kemudian orang yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Dia dihadapkan kepada nikmat-nikmatnya dan dia mengenalnya. (Allah) berkata, ‘Apa yang engkau lakukan dengan ini semua?’ ‘Aku selalu mendermakan demi Engkau di jalan yang Engkau suka’. (Allah) berkata, ‘Engkau bohong! Engkau berderma agar dikatakan sebagai seorang dermawan’. Kemudian orang itu diseret ke dalam api neraka.



Ketika mendengar hadith ini muawiyah menangis  sampai pengsan. Ketika sedar dia baca ayat al-Quran:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.   Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714]. ” (11:15-16)

[714]. Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.

MAKNA IKHLAS

Sekarang mari kita fahami akan makna ikhlas itu sendiri

Secara bahasa: ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan membersihkan sesuatu dari kotoran. Agamanya murni dan tidak menyekutukan Allah swt dan tidak riya’ dlm beramal.

Secara syarak:  mengharap ridha Allah semata dlm beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan lain serta memurnikan niat dari kotoran yg merosakkanya. Seorang yang ikhlas ibarat org yang sedang menampi beras dari kerikil dan batu kecil sehingga beras dimasak menjadi nikmat dan enak dimakan. Amal yang ikhlas akan jadi nikmat dan ringan dilaksanakan. Tidak lelah dan berat.

Imam syahid hasan Al-bana berkata tentang ikhlas: 



“Adalah bahwa seorang al-akh hendaknya mengorientasikan perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah mengharap keridhaan-Nya, tanpa memperhatikan keuntungan dunia, penampilan, pangkat, gelaran, kemajuan atau kemunduran. Dengan itulah ia menjadi tentara akidah, bukan tentara kepentingan dan hanya mencari kemanfaatan dunia. 6:162 dengan demikian , akh muslim memahami slogan abadinya. “Allahu Ghayatuna” (Allah adalah tujuan kami).


BURUKNYA RIYA’

Riya’ ni lawan kepada ikhlas, ia merupakan penyakit yang sangat bahaya dan halus menusuk kalbu.

Makna riya’:
seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat kedudukan,pujian atau bentuk duniawi yang lain. Riya’ adalah sifat khas org munafik; 

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]” (4:142)

[364]. Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.

[365]. Riya ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.

[366]. Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.

Riya’ merupakan salah satu cabang kemusyrikan.

Rasulullah saw bersabda,

“sesungguhnya satu hal yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah? “ Rasulullah menjawab “Riya’.” Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal hamba-Nya,” pergilah pada sesuatu yang kamu berbuat riya (padanya) di dunia dan perhatikanlah apakah kamu mendapat balasannya?” HR Imam Ahmad).

TIGA CIRI-CIRI ORANG YANG IKHLAS

 
PERTAMA : SENTIASA BERAMAL DAN BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BERBUAT BAIK SAMA ADA DALAM KEADAAN SENDIRIAN ATAU BANYAK ORANG, ADA PUJIAN ATAU CELAAN.


Ali bin Abi Thalib r.a berkata,” orang yang riya’ memiliki beberapa ciri:
Malas jika sendirian dan rajin jika dihadapan  banyak orang. Ia semakin berghairah saat beramal jika dipuji dan semakin malas jika dicela.”

Waktu akan membuktikan keikhlasan seseorang itu. Setelah diuji dengan berbagai cubaan dalam ibadah dan dakwah. Dalam dakwah, kita ni selalu pergi program dakwah. Makanya ketika inilah syaitan akan menghasut kita. Membisikkan ayat-ayat cintanya agar kita jadi rajin beribadah supaya dilihat oleh ikhwah lain. Tapi bila balik kolej, jadi malas. Hampeh. Itulah tandanya kita tidak ikhlas atau tandanya lemahnya iman kita ketika itu. Sebab, dengan adanya ikhlas, sepatutnya di mana sahaja, amal itu konsisten. Kalau awal-awal tarbiyah mungkin kita kena paksa sikit. Mujahadah dalam beramal. Tapi kalau dah lama dia jadi mudah dan terbiasa. Begitulah kehebatan tarbiyah. begitu juga ketika melaksanakan tugasan dakwah, penuh dengan kesungguhan ketika sendirian atau bersama ikhwah. Ana kagum dengan ikhwah dan akhwat yang begitu teguh dan sabar dalam dakwah. banyak cerita ana dengar ketika ikhwah dan akhwat masuk ke satu-satu medan dakwah. kemudian datangnya fitnah dan halangan dari sesuatu pihak. fitnah itu justeru mampu membuatkan dakwah terhenti dan para dai lemah semangat. namun, aku kagum apabila ikhwah dan akhwat tetap sahaja membawa dakwah, tetap sahaja kreatif mencari jalan untuk membuat halaqah dan tarbiyah. bagaikan air bah yang dihalang. ada sahaja lubang-lubang yang mereka akan telusuri demi menjalankan tarbiyah. Beginilah kader dakwah seharusnya, tetap konsisten, berani kerana benar dan teguh atas keyakinannya. syabas wahai ikhwah dan akhwat.

Seorang ikhwah ada berkata,

“Sebenarnya kita ni mula ditarbiyah saat kita meninggalkan kemaksiatan dan kejahiliyahan dalam diri kita.”
Lamanya seseorang itu berada dalam tarbiyah belum tentu menjamin dia sudah ditarbiyah. Justeru itu. Ayoh!! Buanglah jauh-jauh karat jahiliyah dari hidupmu.

Al-Quran telah membuka rahsia orang munafik  semasa zaman nabi lagi . yang mana mereka itu golongan yang ragu-ragu dan cintakan dunia . kita rujuk dalam surah (9:44-45)

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.(44).” Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.” (9:44-45)


KEDUA: TERJAGA DARI SEGALA YG DIHARAMKAN ALLAH DALAM KEADAAN BERSAMA MANUSIA ATAU JAUH DARI MEREKA

“ saya akan beritahukan bahawa ada suatu kaum dari umatku datang pada Hari Kiamat dengan kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih , tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yg berterbangan. Mereka adalah saudara kamu dan kulitnya sama dengan kamu. Mereka melakukan ibadah malam seperti kamu tetapi mereka adalah kaum yang melanggar semua yg diharamkan Allah jika sendirian.” (HR Imam Ibnu Majah).

bayangkan andainya segala kerja-kerja dakwah yang ikhwah dan akhwat buat selama ini. Hampir setiap malam kita pergi ziarah, siap bawak makanan lagi bagi kat mad'u, buat halaqah dua tiga jam. nak pergi halaqah kadang-kadang perjalanannya 2-3 jam. kemudian setiap minggu kita pergi program merata pelusuk tanah air. masuk hutan la, masuk sungai la. belum cerita bab duit yang kita dah laburkan dalam travel dakwah sahaja. setiap bulan habih beratus kita gunakan untuk dakwah sahaja. bayangkan kalau semua ini menjadi debu yang sia-sia sahaja. begitulah hakikatnya kalau kita tidak ikhlas.  Makanya sentiasalah perbaharui niat kita agar sentiasa ikhlas. Mudah-mudahan segala amal kita diterima Allah swt.

Tujuan nak dicapai org ikhlas ialah ridha Allah, bukan ridha manusia sehingga mereka terus memperbaiki diri dan terus beramal  dalam keadaan sendiri atau depan orang lain. Yakin Allah Maha Melihat segala amalnya.


KETIGA :  DALAM DAKWAH, SEORG DAI IKHLAS AKAN MERASA SENANG JIKA KEBAIKAN TERLAKSANA DITANGAN SAUDARANYA SESAMA DAI SEPERTI HALNYA DIA MERASA SENANG JIKA KEBAIKAN ITU TERLAKSANA MELALUI TANGANNYA.

Para dai yg ikhlas akan menyedari kelemahan dan kekurangan nya. Oleh kerana itu , mereka sentiasa membangun amal jama’I dalam dakwah. Ia sentiasa menghidupkan syura’ dan mengukuhkan manhaj dan system dakwah . mereka berdakwah hanya untuk kemuliaan islam dan umat muslim, bukan untuk menjadi terkenal, membesarkan diri atau lembaganya sehingga dia mewajibkan semua orang ikut lembaganya jika mahu berdakwah dan sebagainya.

Pengalaman dalam dakwah mengajarkan, dalam melatih diri menjadi murabbi, selalunya masa awal-awal ikut tarbiyah kita akan rasa sedih bila melihat ikhwah lain berjaya membina ramai anak halaqah, rasa lemah diri bila ikhwah lain berjaya menarik ramai mad’u . kita merasa lemah dan tidak semangat untuk berdakwah kerana kita tidak berjaya membina anak halaqah, kita tiada halaqah, kita tidak Berjaya menarik mad’u dan sebagainya. Semasa reporting dakwah dalam halaqah, senyap je kita di sudut halaqah. Betul tak? Nah! ana juga pernah mengalaminya. Semua ini hanyalah mainan perasaan wahai ikhwah dan akhwat. Justeru sepatutnya kita rasa gembira dan bersemangat kerana melalui ikhwah/akhwat tersebut beliau Berjaya membina mad’u baru bererti akan bertambahnya jumlah umat islam yang ditarbiyah sekaligus bertambahnya kader dakwah. Kita kena melihat dari sudut jama’i. bukan dari sudut individu dan perasaan semata-mata. Bila cara berfikir ini ada maka kita akan sentiasa bersemangat dalam dakwah. Kita kena faham jugak . dalam bab ikhlas ni . Apa yang penting usaha kita. Allah swt melihat pada usaha dan keikhlasan kita. Hasil itu adalah soal nombor dua. Benar bukan?

Rasanya sampai sini sahaja. Saat ini sebenarnya ana tengah menjaga student tengah exam advance materials 2. Masa dah pun habis. Harapnya bermanfaat artikel ini yang mana ana type dan olah sedikit berdasarkan tajuk Ikhlas dalam buku “Nasihat Untuk Qiyadah Dan Kader Dakwah”. Mudah-mudahan bermanfaat. sebenarnya ana tidak punya masa untuk buat artikel seperti ini. seperti antum juga sibuk. cuma kebetulan bahan ini ana  nak sampaikan dalam halaqah . jadi alang-alang ana type boleh kongsikan dengan antum semua. Amin

nukilan: Mambi86 
segala kesilapan dan kelemahan adalah dari saya sendiri. justeru saya sgt terbuka menerima sebarang komen dan nasihat.
reference : buku  “Nasihat Untuk Qiyadah Dan Kader Dakwah”



 




No comments: